Kamis, 29 Oktober 2009

TIGA DUSTA PALU-ARIT IDONESIA2


Dusta kedua tentang Demokrasi
Neo-komunis muda diajari oleh komunis tua bahwa mereka pro-demokrasi. Para komunis tua mendustai anak-anak muda itu. Di Uni Soviet, pemilu Cuma diikuti satu partai, yakni partai "Palu-Arit". RRC sampai sekarang tidak pernah melaksanakan pemilu bebas dan terbuka. Senantiasa konsisten berbohong menyatakan diri pro-demokrasi, akan tetapi kepala negaranya disebut dictator proletariat. Klaim bahwa idiologi komunisme demokratis, yang tak habis-habisnya dipropagandakn di luar Soviet-Rusia dan RRC, dipersulit oleh dua ucapan tokoh mereka sendiri.
Mikhail Tomsky, tokoh buruh Rusia menyatakan: " Kami mengizinkan adanya partai-partai lain, tentu saja. Tapi prinsip dasar yang membedakan kami dari negar-negara barat adalah satu partai berkuasa, yakni partai komunis dan partai-partai lain dalam penjara!"

Selanjutnya Josef Stalin berfatwa: "Negara kami adalah negara dictator proletariat, dan kediktatoran ini dikuasai oleh partai tunggal, partai komunis, yang tidak bisa dan tidak akan bisa berbagi kekuasaan dengan partai-partai lain."

Dengan bukti-bukti tersebut, bahwa Palu-Arit pro-demokrasi terbantah dan patah dengan telak.

Dusta ketiga tentang Palu-Arit tidak anti agama

Untuk mengetahui sikap sejati Marxis-Leninis terhadap agama, berikut kalimat-kalimat yang pernah dikemukakannya. Karl Marx mengatakan : " Agama adalah madat bagi masyarakat. Menghujat agama adalah syarat utama semua hujatan. Agama harus dihancurkan karena agama mengilusi rakyat dalam memperoleh kebahagiaan yang sejati. Agama hanyalah matahari palsu yang beredar di sekitar manusia apabila ia tidak mengamati sekelilingnya."

Mengenai Tuhan, Marx juga mengatakan :" Eksistensi Tuhan tidak masuk akal. Tuhan adalah konsep yang menjijikkan. Pendek kata, aku menaruh dendam kepada semua Tuhan."

Bagaimana sikap umat Islam Indonesia? Sembilan tahun sesudah penghianatan PKI Madiun 1948, di Palembang pada tahun 1957 dilangsungkan Mu'tamar Alim Ulama se-Indonesia, dihadiri 609 orang. Pembahasan meliputi bidang filsafat, politik, social, ekonomi, dan agama. Mereka memutuskan bahwa dari sudut pandang Islam, ideologi komunisme ini kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam menganutnya.
Orang-orang Palu-Arit selalu menyebut mereka tidak anti agama. Ini lebih disebabkan karena mereka takut kehilangan anggota, yang notabenenya mudah kena tipu karena memang mayoritas tidak mengetahui ucapan-ucapan Marx dan Lenin di atas. Termasuk sejumlah ulama seperti H. Misbah dari Solo, Datoek Batoeh dari kota Laweh, dan H. Adnan dari Tegal, yang bersimpati pada PKI karena tertarik pada program tani tak bertanah dan buruh yang dimiskinkan (baca: kaum dhuafa' dalam Islam)
Kepada H. Misbah, Datoek Batoeh, dan H. Adnan, tulisan-tulisan Marx dan Lenin yang sangat anti Tuhan dan agama itu ditutup, tidak ditunjukkan. Kalau ketahuan pasti ketiga ulama itu akan sangat marah, keluar dan menentang PKI. Cara PKI menutup-nutupi itu memang sangat cerdik dan licik. Penipuan PKI sangat rapi. Ratusan ribu anggota PKI lapisan bawah yang juga religius, tidak tahu menahu tulisan Marx dan Lenin tentang agama itu.
Lebih jauh, Taufik Ismail menuturkan jika di suatu negara partai Palu-Arit dibubarkan, apakah kegiatannya akan terhenti? Tidak. Mungkin pada awalnya macet, tapi seperti sel kanker, bila tidak dioperasi total dan masih tersisa dari pembedahan, maka koloni-koloni sel kankernya akan menyebar dan merembet kemana-mana lagi. Berkata tokoh mantan Degulis, Sayuti Melik yang mengingatkan kita dalam tulisannya " Kewaspadaan Terhadap Gerakan Komunis: " Gerakan komunis di mana pun juga, tidak akan berhenti oleh karena partai atau organisasinya dilarang dan dibubarkan oleh kekuasaan…". Bagai bersuluh matahari, berlenggang mata orang banyak, sangat jelas bahwa tujuan puncak idiologi Marxisme-Leninisme memang mutlak kekuasaan. Misalkan jika di sebuah negara partai tersebut babak belur bahkan terlarang, partai sementara waktu akan masuk ke tanah atau tengkurap, bertahan sampai keadaan memungkinkan atau muncul dengan segala cara merebut kekuasaan.
Palu-Arit Indonesia bisa saja akan mencoba merebut kekuasaan kembali apabila:
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Hukum tidak tegak dengan kokoh dan keadilan tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Korupsi dan penyalahgunaan jabatan meluas dan merajalela
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Situasi chaos, kacau, massa gampang dihasut untuk saling merusak
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Jarak antara yang kaya dan yang miskin seperti jurang
Maka jalan Palu-Arit merebut kekuasaan akan mulus dan gampang.

Sebagai penutup, Taufik mengingatkan, kita harus mengatasinya secepat mungkin, sebelum terlambat. Memanfaatkan reformasi, neo-PKI menginfiltrasi ke berbagai strata social, termasuk partai politik dan berhasil dengan spektakuler menyusup ke badan legislatif. Dua kali kita mengalami perang saudara, yaitu 1948 dan 1965, berbunuh-bunuhan sesama kita. Penyebab semua itu adalah dua orang penipu besar kemanusiaan bernama Karl Marx dan Vladimir Lenin. Sebagian dari kita ditipu melalui idiologi yang selama 74 tahun lancung ke ujian, terbukti gagal total memenuhi janji-janji poliksosbudnya di seluruh permukaan bumi ini dan menyisakan bau anyir 120 juta mayat manusia korban idiologi ini.



Rabu, 28 Oktober 2009

MET HARI SUMPAH PEMUDA

wala..wala...wala... Met hari Sumpah Pemuda, Kawan!! walupun Indonesia srg dkecam mcm2, g hanya dr luar bhkan jg dr rakyatx ndri,wlu Indonesia t'smakmur Singapura or Malaysia, wlu Indonesia jd sarang teroris KURANG KERJAAN, Whateverlah... Yg ptg I LUV MY INDONESIA 4EVER N 4EVER N 4EVER!!!

Nyok, qt kumandangkan takbir, halah, kliru..Sumpah Pemuda is d kamsud!!
- Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
- kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
- Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia


( yg g apal, bdri d pojok! Tangan d kuping, kaki diangkat 22x!!!) ^_^

Senin, 26 Oktober 2009

TIGA DUSTA PALU-ARIT INDONESIA

Baru-baru ini santer lagi pemberitaan mengenai kembalinya kelompok Palu-Arit Indonesia (baca: PKI) yang diindikasikan ikut "meramaikan" kancah perpolitikan Indonesia. Sejarah telah mencatat bagaimana sepak terjang kelompok tersebut pada tahun 1948 dan 1965, yang membuat catatan kelam karena kesadisan mereka. Tidak saja di Indonesia, kelompok Palu-Arit menyebarkan faham-fahamnya ke berbagai belahan dunia dan disertai dengan sungai darah manusia. Ironisnya, kelompok tersebut sampai saat ini disinyalir masih ada meskipun sejarah telah menjadi saksi tindak-tanduk mereka yang bengis.
Tokoh sastra dan budaya nasional, Taufik Ismail mengadakan penelusuran ke berbagai sumber tentang apa dan bagaimana kelompok Palu-Arit menjadi suatu kelompok yang masih eksis, meski upaya-upaya yang dilakukan dalam menyebarkan ajaran-ajarannya acap kali gagal dan mendapat kecaman.
Menurut beliau, komunis tua mengajarkan kepada neo-komunis muda dengan slogan-slogan yang sebenarnya hanya dusta belaka. Dusta-dusta tersebut antara lain:
1. Mereka mengaku pejuang HAM
2. Mereka pro-demokrasi
3. Mereka tidak anti-agama
Faktanya, ketiga hal tersebut tidak lebih dari sekedar isapan jempol belaka. Sekedar untuk mencari simpati, padahal sepak terjangnya justru berbalik 180 derajat dari slogan yang dibawa.

Dusta pertama tentang hak asasi manusia
Kenyataannya, serangkaian pembantaian telah dilakukan sebagaimana data berikut ini:
500ribu rakyat Rusia dibantai Lenin (1917-1923)
6 juta petani Rusia dibantai Stalin (1929)
40juta rakyat Rusia dibantai Stalin (1925-1953)
50 juta rakyat RRC dibantai Mao Tse Tung (1947-1976)
2,5 juta rakyat Kamboja dibantai Pol Pot (1975-1979)
1 juta rakyat Eropa Timur, 150 ribu rakyat Amerika Latin, dan 1,7 juta rakyat Afrika dibantai rezim komunis yang dibantu Rusia-Soviyet)
1,5 juta rakyat Afganistan dibantai Najibullah (1978-1987)

Penganiayaan HAM ini jika direkonstruksi dalam kerangka waktu maka akan terbaca, partai komunis sedunia selama 74 tahun (1917-1991) telah membantai 120 juta manusia di 76 negara. Angka tersebut melebihi jumlah korban perang yang pernah terjadi di dalam sejarah manusia hingga PD I dan PD II. Sungguh sebuah data yang sangat fantastik!! Bagaimana mungkin kebuasan ini bisa berlangsung? Karena memang ke dalam ideology ini dijalinanyamkan dan dilatihkan perilaku terror. " Bila waktu kita tiba, kita tidak akan menutup-nutupi terorisme kita. Kami tak punya belas kasihan dan kami tak meminta belas kasihan dari siapa pun. Bila waktunya tiba, kami tidak mencari-cari alas an untuk melaksanakan terror. Cuma ada satu cara untuk memperpendek rasa ngeri musuh-musuh kita, dan cara itu adalah terror revolusioner!!!" demikian kata Karl Marx, peletak dasar ideology ini.
Tokoh komunis yang lain, Vladimir Lenin menyatakan,"Tidak jadi soal jika tiga per empat penduduk dunia habis, asal yang tinggal seperempat itu komunis. Untuk melaksanakan komunisme, kita tidak gentar berjalan di atas mayat 30 juta orang…"
Contoh kekejaman komunis yang lain adalah komunis yang dipimpin Muso di Madiun pada September 1948. Pada waktu itu, dubur warga di Desa Pati dan Wirosari ditusuk bamboo runcing dan mayat mereka ditancapkan di tengah sawah sehingga mereka tampak seperti orang-orangan sawah. Salah seorang di antaranya wanita, ditusuk (maaf, kemaluannya) sampai tembus ke perut, juga ditancapkan di tengah sawah. Algojo PKI merentangkan tangga membelintang sumur, lalu Bupati Magetan dibaringkan di atasnya. Ketiak terlentang dalam posisi terikat itulah para algojo menggergaji badannya sampai putus dan langsung dijatuhkan ke dalam sumur.
Kekejaman, kebuasan, keganasan, dan penghianatan PKI Madiun ini masih melekat dalam ingatan traumatic penduduk Takeran, Gorang-gareng, Soco, Cigrok, magetan, Dungus, Kresek, dan sekitarnya. Sehingga ketika 17 tahun kemudian PKI meneror di Delanggu, Kanigoro, Bandar Besi dan daerah lain dalam pemanasan pra-Gestapu/PKI, dengan klimaks pembunuhan enam jendral pada 30 September 1965, penduduk Jawa Timur masih ingat apa yang terjadi 17 tahun sebelumnya.
Dengan bukti-bukti keganasan,kebuasan, kekejaman global ideology ini, maka topeng Palu-Arit yang mendustakan hak asasi manusia telah kita tanggalkan dari wajah mereka.

Nantikan kisah selanjutnya……!!

Mengenai Saya

Foto saya
seorang gaptek bongkotan yg mencoba trs mengemis ilmu pd mereka yg dermawan ilmu hingga akhirnya..... huuaaaa...g saham jg!!